PENDIDIKAN


Ibu Kapolda Kunjungi TK Kemala Bhayangkari 44 Kudus

Kudus, BP – Rabu (29/2) kemarin, merupakan hari yang bersejarah bagi TK Kemala Bayangkari 44 Kudus. Pasalnya, istri orang nomer satu di jajaran Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Tengah ini berkenan berkunjung ke TK Kemala Bhayangkari 44 Kudus yang merupakan salah satu agendanya melakukan kunjungan kerja ke semua Polres di Jawa Tengah. Pada saat berkunjung ke Kudus itu, Ny. Rika Didiek S. Triwidodo selaku Ketua Bhayangkari Daerah Jawa Tengah bersama rombongan, disambut hangat oleh Ketua Bhayangkari Cabang Kudus, Ny. Devi Andik Setyono (Ibu Kapolres Kudus) dan ratusan siswa-siswi TK Kemala Bhayangkari Kudus dengan cara mementaskan group marching band milik TK yang mana anggota marching band memakai seragam atribut kepolisian. 
Saat ditemui wartawan di lokasi kegiatan pukul 09.30 WIB , Ny. Rika mengatakan, “kunjungan ini adalah kunjungan rutin setiap tahun untuk melakukan evaluasi kegiatan Bhayangkari. Selain itu, kunjungan ini juga sekaligus untuk memberikan motivasi kepada jajaran TK Kemala Bhayangkari agar meningkatkan pretasi yang telah diperoleh demi peningkatan mutu pembelajaran dan peningkatan jumlah siswa di masa-masa mendatang.”
Sementara itu Ibu Kapolres Kudus saat ditemui wartawan Tabloid BP di kantor Bhayangkari sehari sebelum datangnya Ibu Kapolda tersebut (28/2) mengatakan, pihaknya telah mempersiapkan segala sesuatu berkenaan dengan kehadiran beliau. “Jika diprosentase, maka kesiapan acara penyambutan Ibu Kapolda Jawa Tengah yang kami lakukan sudah 95 prosen. Kami berharap, acara kunjungan Ny.  Rika Didiek S. Triwidodo selaku Ketua Bhayangkari Daerah Jawa Tengah di Kudus dapat berjalan dengan lancar dan sukses,”ujarnya. 
Sedangkan Kepala TK Kemala Bhayangkari Kudus, Ny. Kristiyan, S.Pd kepada wartawan di sela-sela kunjungan Ibu Kapolda (29/2) bercerita tentang sejarah berdirinya TK Kelama Bhayangkari Kudus. “TK Kemala Bhayangkari Kudus berdiri Bulan Maret 1951. Saat ini jumlah siswa-siswi TK Kelama Bhayangkari mencapai 172 anak, dengan ruang belajar lima ruang kelas. Adapun jumlah tenaga pendidik ada tujuh orang, yang berstatus PNS satu orang, Kepala Sekolah.
“Dengan jumlah peserta didik yang begitu banyak dan kondisi ruang kelas yang hanya lima ruang, maka proses pembelajarannya dibagi menjadi dua shift. Yaitu pukul 07.00-09.30 WIB dan 09.30-12.00 WIB. Adapun mata pelajarannya adalah, Bahasa Inggris, Agama, Tari dan Berlukis. Khusus untuk materi pelajaran agama, meliputi pelajaran Agama Islam dan pelajaran Agama Kristen”ungkapnya. (Mbarsidi/ Taufiq)      

===================================================
 PT. GARDA TOTAL SECURITY
BEKERJA SAMA DENGAN POLRI
BUKA DIKLAT CALON SATPAM
KLATEN – Sekitar 80 orang belum lama ini mengikuti pembukaan Pendidikan dan Latihan (Diklat) Satuan Pengamanan (Satpam) yang bertempat di Pusat Pendidikan (Pusdik) Satpam  PT. Garda Total Security, Jl.Raya Jogya-Solo (batas kota) Klaten.
Diklat tersebut dibuka oleh Kapolres yang diwakili oleh Kabag Sumber Daya Manusia (Sumda) Kompol Muhammad Qodar.  Dalam sambutan tertulisnya Kapolres berpesan : “Bahwa Satpam merupakan mitra Polri dalam penanganan suatu tindak kriminal di ujung paling depan.
Disamping itu Satpam juga merupakan salah bentuk Pam swakarsa yang mana keberadaannya diperlukan oleh semua elemen masyarakat baik itu pelaku usaha maupun pemerintah.
Maka dengan adanya Diklat Satpam yang diselenggarakan oleh PT. Garda Total Security, Polres Klaten sangat mendukung, karena  Diklat tersebut akan mendidik seorang Satpam yang professional dan proporsional. Dan untuk itu Diklat yang diselenggarakan oleh Total Security hendaknya berkesinambungan dan mendepankan kwalitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang handal”.
Dalam kesempatan terpisah salah seorang pimpinan PT. Garda Total Security, Drs. Seti Widodo yang berhasil kami temui mengatakan,,kalau pihaknya dalam penyelenggaraan Diklat ini bukan saja Polri yang memang sudah jadi mitra utamanya, tapi juga dengan Kementerian Pendidikan Nasional (Kemendiknas). “Jadi dalam Diklat ini kami juga melibatkan dari unsur Polri dan Diknas, sehingga siswa itu benar-benar ‘siap pakai’ baik secara fisik maupun intelektualnya di tempat kerja” jelas Seti Widodo.
“Dan kami dalam rekruitmen Diklat security ini juga bertanggung jawab penuh pada setiap siswa didik dari pra pendidikan sampai dia memperoleh pekerjaan” lanjutnya.
“Kebetulan kami sudah dipercaya oleh perusahan-perusahaan swasta, isntansi pemerintah, maupun perseorangan karena tenaga pengamanan dari kami bisa diandalkan kwalitasnya sehingga untuk penyalurannya tidak mengalami hambatan” sambungnya.
Seperti kita ketahui, bahwa pertumbuhan ekonomi akan mendorong tumbuhnya dunia usaha yang berarti kebutuhan akan tenaga kerja semakin bertambah.
Salah satu tenaga kerja yang paling dibutuhkan di perusahaan berbagai sektor maupun instansi pemerintah adalah tenaga pengamanan atau yang biasa disebut Satpam / Security.
PT. Garda Total Security berdiri pada tahun 2004, yang kelahirannya dibidani oleh duet antara pebisnis dan pemikir yaitu Drs, Seti Widodo dan Agus Nurwijanarko, ST.
“Selama ini kami telah meluluskan dan menyalurkan tenaga pengamanan ke perusahaan dan instansi pemerintah sekitar 6.000 orang yang tersebar di seluruh Indonesia. Dan kami juga tidak pernah di komplain  mereka atas tenaga pengamanan yang kami kirim”tandasnya.
Maka dalam hal ini PT. Garda Total Security turut membantu masyarakat dan pemerintah dalam penyediaan tenaga kerja yang terdidik dan terampil di bidang keamanan.
“Kantor pusat kami di Jogyakarta dan sudah mempunyai kantor cabang yang meliputi Jakarta, Surabaya, Semarang, Lampung, Solo dan Purwokerto. Sebagai Pusdiklat-nya berada di Kabupaten Klaten ini” katanya mengakhiri perbincangan. ( Agus Tri Mblonot)
=================================================
bu Kapolda Kunjungi TK Kemala Bhayangkari 44 Kudus

Kudus, BP – Rabu (29/2) kemarin, merupakan hari yang bersejarah bagi TK Kemala Bhayangkari 44 Kudus. Pasalnya, istri orang nomer satu di jajaran Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Tengah ini berkenan berkunjung ke TK Kemala Bhayangkari 44 Kudus yang merupakan salah satu agendanya melakukan kunjungan kerja ke semua Polres di Jawa Tengah. Pada saat berkunjung ke Kudus itu, Ny. Rika Didiek S. Triwidodo selaku Ketua Bhayangkari Daerah Jawa Tengah bersama rombongan, disambut hangat oleh Ketua Bhayangkari Cabang Kudus, Ny. Devi Andik Setyono (Ibu Kapolres Kudus) dan ratusan siswa-siswi TK Kemala Bhayangkari Kudus dengan cara mementaskan group marching band milik TK yang mana anggota marching band memakai seragam atribut kepolisian. 
Saat ditemui wartawan di lokasi kegiatan pukul 09.30 WIB , Ny. Rika mengatakan, “kunjungan ini adalah kunjungan rutin setiap tahun untuk melakukan evaluasi kegiatan Bhayangkari. Selain itu, kunjungan ini juga sekaligus untuk memberikan motivasi kepada jajaran TK Kemala Bhayangkari agar meningkatkan pretasi yang telah diperoleh demi peningkatan mutu pembelajaran dan peningkatan jumlah siswa di masa-masa mendatang.”
Sementara itu Ibu Kapolres Kudus saat ditemui wartawan Tabloid BP di kantor Bhayangkari sehari sebelum datangnya Ibu Kapolda tersebut (28/2) mengatakan, pihaknya telah mempersiapkan segala sesuatu berkenaan dengan kehadiran beliau. “Jika diprosentase, maka kesiapan acara penyambutan Ibu Kapolda Jawa Tengah yang kami lakukan sudah 95 prosen. Kami berharap, acara kunjungan Ny.  Rika Didiek S. Triwidodo selaku Ketua Bhayangkari Daerah Jawa Tengah di Kudus dapat berjalan dengan lancar dan sukses,”ujarnya. 
Sedangkan Kepala TK Kemala Bhayangkari Kudus, Ny. Kristiyan, S.Pd kepada wartawan di sela-sela kunjungan Ibu Kapolda (29/2) bercerita tentang sejarah berdirinya TK Kelama Bhayangkari Kudus. “TK Kemala Bhayangkari Kudus berdiri Bulan Maret 1951. Saat ini jumlah siswa-siswi TK Kelama Bhayangkari mencapai 172 anak, dengan ruang belajar lima ruang kelas. Adapun jumlah tenaga pendidik ada tujuh orang, yang berstatus PNS satu orang, Kepala Sekolah.
“Dengan jumlah peserta didik yang begitu banyak dan kondisi ruang kelas yang hanya lima ruang, maka proses pembelajarannya dibagi menjadi dua shift. Yaitu pukul 07.00-09.30 WIB dan 09.30-12.00 WIB. Adapun mata pelajarannya adalah, Bahasa Inggris, Agama, Tari dan Berlukis. Khusus untuk materi pelajaran agama, meliputi pelajaran Agama Islam dan pelajaran Agama Kristen”ungkapnya.
(Mbarsidi/ Taufiq)